FILOSOFI AIKIDO
Filosofi Aikido sarat akan filosofi kehidupan. Jika seseorang mulai mempelajarinya, maka ia akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dan dapat digunakan di dalam kehidupan sehari-hari dan bukan sekedar tehnik belaka.
Aikido mengajarkan bagaimana seseorang harus bersikap, bagaimana seseorang harus menghargai kehidupan dan lain-lain. Aikido bukanlah agama tetapi pendiri Aikido pernah berkata bahwa dengan mempelajari Aikido, maka orang dapat lebih mudah mengerti dan mempelajari apa yang ia temukan dalam agama yang dipelajari.
Aikido mengajarkan seseorang agar berjiwa seperti seorang samurai yang menjunjung tinggi kebenaran. Jiwa ini terefleksikan pada hakama (celana khas Jepang) yang dikenakan oleh praktisi Aikido yang telah tinggi tingkatannya.
Pada hakama terdapat 7 buah ajaran samurai yang mewakili 7 pilar “Budo†(Jalan Ksatria). 7 ajaran ini meliputi “1. Kebenaran dan Kebaikan, 2. Sikap Hormat dan Kehormatan, 3. Ketulusan dan Kejujuran, 4. Loyalitas, 5. Kesopanan dan Sopan Santun, 6. Pengetahuan dan Hikmah Kebijaksanaan, 7. Keberanianâ€. Jadi praktisi aikido yang telah mengenakan hakama diharapkan mengerti, memahami dan menjalankan dari apa yang dikenakan.
Lebih mendalam lagi, Aikido mengajarkan tentang kehidupan dan bagaimana agar kita dapat menjalaninya secara harmonis. Pendiri Aikido pernah berkata “ Masa katsu Agatsu, Katsu Hayabi†yang berarti “ Kemenangan sejati adalah kemenangan atas diri sendiri; kemenangan sejati adalah kemenangan tanpa pergulatan sedikitpunâ€.
Aikido menganut filosofi “muteki†atau “tidak ada musuhâ€. Maksudnya tidak ada seseorang atau sesuatu pun didunia ini yang harus kita kalahkan kecuali diri sendiri, jika dalam hidup kita mampu mengalahkan ke-aku-an diri sendiri, maka sebenarnya tidak ada musuh di kehidupan ini. Lawan terberat adalah diri kita sendiri. Agar dapat mencapai hal ini, kita membutuhkan “Makoto†atau “Hati yang bersihâ€. Dengan hati yang bersih, maka kita dapat melihat/ menilai apa yang ada di hadapan kita dengan lebih jelas, ibarat air danau yang jernih dan tenang, maka permukaannya akan memantulkan refleksi seperti apa adanya.
Ini baru beberapa hal yang diajarkan didalam Aikido. Ajaran ini sedikit banyak dapat menjelaskan mengapa Aikido tidak ada kompetisi dan bukan bela diri sport. Karena Aikido dimaksudkan bukan unutk mengajarkan menang atau kalah dan sikap sportif tetapi lebih kepada pelajaran untuk pembentukan karakter tiap praktisinya baik dari sisi hati, akhlak, moral, mental dan terakhir, fisik.
(Dikutip dari website Aiki Kenkyukai)
aikido memang seni bela diri yang “baik”, tidak untuk menyakiti lawan tetapi untuk membimbingnya.
aaaaaaaaaargh.. apdet neeeeeen, apdeeeet.. at least apgret wpnya neeeeeeeen.. aaaaaaaaargh